loading...

Berkenalan dengan Vitamin B3 atau Niasin Si Pemutih Kulit

Sayuran dan buah kaya akan vitamin b3

Kesehatan kulit seharusnya menjadi hal utama yang diperhatikan disamping memiliki kulit putih. Kulit yang sehat akan jauh dari berbagai masalah kulit seperti jerawat, kemerahan, kekeringan dan sebagainya. Salah satu cara untuk mendapatkan kulit sehat adalah dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi, misalnya yang mengandung vitamin B3

STRUKTUR

Struktur kimia vitamin b3 atau niasin

Vitamin B3 atau Niasin merupakan salah satu vitamin yang larut dalam air, berbentuk kristal tak berwarna, tidak berbau dan memiliki rasa asin-pahit. Titik leburnya antara 128–131 ° C. Senyawa ini dapat dengan mudah ditemukan di jaringan tubuh hewan dan tumbuhan, khususnya sebagai bagian dari NADP dan NADPH (salah satu zat yang berperan dalam metabolisme).
Masih ingat kan fungsi NADH pada siklus krebs dan NADPH pada siklus kelvin

Anti Inflamasi 

Inflamasi atau peradangan yang terjadi akibat paparan radikal bebas dapat dicegah oleh kemampuan vitamin B3 dalam memperbaiki skin barrier. Sedikit gambaran mengenai radikal bebas, radikal bebas (baik yang berasal dari dalam tubuh atau dari luar) merupakan senyawa tidak stabil akibat kehilangan satu elektron, untuk itu berbagai sumber biasanya menyebutkan bahwa radikal bebas diatasi dengan anti-oksidan. Niasinamida akan membantu proses pelepasan enzim lisosom, yakni enzim yang bertugas untuk mencerna benda asing yang akan masuk ke dalam tubuh. Selain itu, senyawa ini juga mampu mempengaruhi kemotaksis leukosit dan transformasi limfosit, yang juga merupakan bentuk pertahanan tubuh (dalam hal ini fugsi skin barrier).

Sebuah penelitian juga telah membuktikan bahwa Niasinamida mampu memperbaiki DNA kulit dan memiliki efek anti-oksidan untuk mengatasi radikal bebas dari luar tubuh, dimana NADPH (salah satu bentuk niacinamide) akan berikatan dengan enzim tertentu untuk melakukan proses reduksi. 

Efek mencerahkan

Fungsi utama niacinamide yang telah dikenal luas adalah untuk mencerahkan kulit dengan menekan produksi sebum dan mencegah hyperpigmentation (atau pigmentasi berlebih yang akan membuat kulit nampak lebih gelap). Hal ini sudah terbukti secara ilmiah dimana niasinamida mampu mengatasi melasma (hyperpigmantasi kronis). Pada dasarnya, kulit yang berwarna gelap dipengaruhi oleh produksi melanin. Produksi melanin salah satunya dipicu oleh enzim tirosinase. Dalam rangka mencerahkan kulit, niasinamida hanya akan mencegah trasnfer melanosom dari melanosit ke keratinosit, sedangkan zat pencerah lainnya langsung menghambat kerja enzim tirosinase. Namun tidak dapat dikatakan bahwa senyawa ini cocok untuk semua jenis kulit. Efek samping berupa rasa terbakar dapat muncul di kulit apabila digunakan pada dosis tinggi. 

Gimana? Semoga bermanfaat ya, jangan lupa baca tulisan lainnya dari kami!

Sumber Rujukan
10.1159/000359974 
10.1155/2011/379173
10.4062/biomolther.2019.061 
10.1016/j.ijpharm.2012.11.043

LihatTutupKomentar