loading...

Nge-FLY Halal Bersama Endorfin! Kuy Kepoin Faktanya....


Nge-FLY Halal Bersama Endorfin! Kuy Kepoin Faktanya....


Endorfin merupakan sebuah hormon yang umumnya dikenal dengan sensasi relaksasi yang ditimbulkannya saat bereaksi di otak manusia. Endorfin bukan termasuk neurotransmitter sebab mekanisme kerjanya tidak melalui perpindahan pada celah sinaptik sebagai pembawa pesan molekuler pada sistem saraf.

Tubuh manusia memiliki kapasitas untuk sembuh dengan sendirinya yang cenderung akan menghasilkan regenerasi yang lebih baik tanpa efek samping, murah (tidak butuh perangkat tambahan), memiliki peran preventif, terapi, promotif dan paliatif dalam pengobatan berbagai penyakit. Salah satu metode penyembuhan holistik adalah dengan endorfin. Ternyata, endorfin merupakan opioid alami atau morfin endogen kuat, neuropeptida, disintesis dan disimpan di kelenjar hipofisis anterior sebagai respons terhadap stres dan nyeri, melalui pelepasan hormon pelepas kortikotrofik (CRH) dari hipotalamus. Endorphin memiliki struktur yang sama loh dengan obat morfin yang dikonsumsi oleh orang-orang untuk mengurangi rasa sakit atau orang yang ingin nge-FLY. Pada kenyataannya endorfin adalah morfin endogen, morfin yang dilepaskan di dalam tubuh oleh kelenjar hipofisis.


Tahukan kalian, endorphin ternyata ada tiga macamnya, seperti β-endorfin, dinorfin dan enkephalin yang memiliki afinitas terhadap reseptor miu, delta dan kappa (μ, ∆, dan k) yang terdapat pada sistem saraf, otak dan pada sel-sel kekebalan. Beta-endorfin merupakan jenis yang paling banyak didalam tubuh yang terlibat dalam aktivitas stimulasi kekebalan, penghambat stres, aktivitas antiinflamasi dan analgesik yang digunakan untuk terapi, promotif, paliatif, preventif, pendekatan holistik dalam mengobati penyakit seperti penyakit menular, kanker, penyakit autoimun.

Beta-endorphin memiliki aktivitas anti-karsinogenik dengan mengaktifkan IFN-gamma, perforin, granzyme-B, oleh sel NK (Natural Killer) dan makrofag yang terlibat dalam aktivitas antivirus, aktivitas apoptosis, mengurangi proliferasi sel, membantu mengubah lingkungan ekspresi gen pada lingkungan mikro tumor. Jenis endorphin ini juga memiliki aktivitas anti-penuaan (kerennya anti-aging) dengan mengurangi pelepasan radikal bebas (ROS) dari sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, sel dendritik dan sitokin seperti IL-1, IL-8, TNF-α selama ledakan oksidatif (ROS yang melimpah) yang terlibat dalam kerusakan DNA, mutasi genetik, penuaan sel, kematian sel dan beta-endorfin yang terlibat dalam pemanjangan telomer yang secara genetis akan selalu memendek akibat penuaan.

Oke guys, ternyata ada loh beberapa kegiatan yang dapat membantu melepaskan endorphin dalam tubuh manusia seperti latihan fisik, pranayama (baru dengar? Ituloh, pengendalian nafas dalam yoga), meditasi, yoga, terapi musik, akupunktur.

Nah, selama latihan fisik terus menerus ada pelepasan endorfin dan efeknya disebut runner's high. Ketika seseorang, anggap saja atlit melewati batas latihannya, maka endorfin dilepaskan yang akan mengurangi rasa sakit dengan menghentikan sinyal rasa sakit dan atlet dapat berolahraga lebih lama bahkan setelah batas ambangnya berakhir. Seiring bertambahnya usia dan biasanya setelah usia 40-an kita kehilangan jaringan saraf kita yang mengakibatkan hilangnya memori, tidak mampu mengingat kembali benda mana yang disimpan, tetapi karena berolahraga, jaringan saraf baru diproduksi, juga meningkatkan koneksi dendrit yang meningkatkan memori dan penyimpanan informasi secara akurat. Pada pasien jantung yang pernah mengalami serangan sebelumnya juga selalu disarankan untuk melakukan olahraga teratur, alasannya adalah selama latihan endorphin dilepaskan dan melindungi jantung dari serangannya.

Lifehack nih, kalau mau punya hafalan kuat yaa harus banyak latihan fisik ya sob!

Tahu nggak sob kenapa ada orang yang tahan terapi akupuntur padahal ditusuk banyak jarum? Ternyata, saat jarum ditusukkan, tubuh akan mengeluarkan endorfin yang akan membantu menghilangkan rasa sakit. Nah, makanya beberapa orang bisa tahan tuh walaupun ditusuk banyak jarum.

Selama kecelakaan atau cedera ketika impuls nyeri mencapai sumsum tulang belakang akan merangsang pelepasan endorfin dari otak yang menghalangi sinyal rasa sakit yang dikirim oleh sel-sel saraf dan orang tersebut akan merasakan perasaan sakit yang lebih rendah. Met-enkephalin dan Leu-enkephalin endorfin (met dan leu dari simbol asam amino ya!), keduanya memiliki lima asam amino dalam strukturnya ditemukan di batang otak dan sumsum tulang belakang yang bertanggung jawab untuk memblokir sinyal rasa sakit. Karena adanya pelepasan endorfin selama cedera, pasien merasakan lebih banyak kekuatan yang memungkinkannya untuk melawan cedera dan bertahan lama. Tablet analgesik diberikan untuk mengurangi rasa sakit dan endorphin adalah analgesik alami yang ada dalam tubuh kita yang berjuang melawan rasa sakit. Semua endorfin yang berikatan dengan reseptor opioid di otak dan analgesik juga memiliki pengaruh yang sama ketika diminum.

Dalam hubungan seksual ketika endorphin dilepaskan, akan memberikan perasaan bahagia. Karena pelepasan hormon-hormon ini, wanita terlihat lebih muda dan menawan. Hal ini adalah alasan mengapa wanita yang sudah menikah terlihat terlalu menawan daripada yang belum menikah. Bandingkan dua gadis muda yang belum menikah dan yang sudah menikah katakan satu tahun sebelumnya. Perhatikan perubahan dan pesona di kedua gadis. Fakta psikologis ini adalah efek endorphin yang dilepaskan saat berhubungan seks yang membawa pesona dan bersinar di wajah gadis yang sudah menikah. Orang-orang terlihat lebih muda dari 10 tahun karena endorphin dan hal tersebut terjadi karena endorphin mengurangi atau menghilangkan superoksida dan memperlambat proses penuaan.

Ups, makanya NIKAH sob! Wkwkwk... 

Satu lagi fakta mencengangkan! Tertawa akan merangsang tubuh untuk melepaskan endorphin yang tidak menghilangkan rasa sakit, tetapi membuat anda bahagia dan meningkatkan kekuatan proses penyembuhan serta membuat Anda tetap sehat. Juga, musik didengar oleh orang-orang, akan merangasng tubuh melepaskan endorfin dalam darah dan mengubah suasana hati. Perubahan suasana hati berbanding lurus dengan endorphin. Suasana hati pasien yang buruk atau tertekan berubah ketika mereka diberikan suntikan endorfin eksternal. 

Wajib! Baca ini saat pandemi berlangsung: Herd Immunity, apa, mengapa dan bagaimana

Biosintesis

Mekanisme Biosintesis Endorfin


Beta-endorfin terutama disintesis dan disimpan di kelenjar hipofisis anterior dari prekursor protein proopiomelanocortin (POMC). Namun, penelitian terbaru menunjukkan sel-sel sistem kekebalan tubuh juga mampu sintesis beta-endorphin karena sel-sel kekebalan memiliki transkrip mRNA untuk POMC dan limfosit-T, limfosit B, monosit dan makrofag telah terbukti mengandung endorfin selama peradangan. POMC adalah protein besar yang dipecah menjadi protein yang lebih kecil seperti beta-endorphin, alpha-melanocyte stimulating hormone (MSH), adrenocorticotropin (ACTH), dan lainnya. Kelenjar hipofisis mensintesis POMC sebagai respons terhadap sinyal dari hipotalamus, sebuah sinyal yang menjadi hormon pelepas kortikotroponin (CRH). Hipotalamus melepaskan CRH sebagai respons terhadap stresor fisiologis seperti nyeri, seperti pada periode pasca operasi. Ketika produk protein pembelahan POMC menumpuk secara berlebihan, mereka mematikan produksi CRH hipotalamus - yaitu, penghambatan umpan balik terjadi. 

Bacaan Mantap!: Kolesterol juga dibutuhkan didalam tubuh! Ini manfaat kolesterol didalam tubuh

POMC disintesis terutama di lobus saraf-menengah kelenjar hipofisis dan merupakan precursor endorfin (END) dan peptida lainnya. Gen POMC memiliki tiga ekson dan dua intron. Exon 2 mengkode peptida sinyal yang penting untuk pemrosesan dan sekresi protein, dan exon 3 mengkodekan berbagai peptida bioaktif, seperti ACTH, β-LPH (lipotropin), MSH, dan END.


Sumber Rujukan:

ISSN 0090-3132

PMID: 1814247

Corpus ID: 17308836

Corpus ID: 53973631

10.4172/1948-5948.1000391

10.4172/2157-2518.1000298

10.1093/ecam/nep236

Int J Yoga 2014;7:147-51

10.1097/ALN.0b013e31824b9512

10.3389/fphar.2014.00018

10.1200/JCO.2013.51.8860

10.1158/1940-6207.CAPR-14-0254

10.1210/en.2003-1287

10.1016/S0140-6736(05)78799-7

10.1210/en.2003-1287

10.1016/j.jclinane.2016.12.016

Textbook of Medical Physiology 11th edition

https://www.medicinenet.com/endorphins_natural_pain_and_stress_fighters/views.html


LihatTutupKomentar