loading...

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membelajarkan Kelas Ala STEAM di Indonesia


Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membelajarkan Kelas Ala STEAM

Cara Menjadi Guru Ahli STEAM 

Jalan menuju karier sebagai guru STEAM dimulai seperti karier mengajar apa pun. Hal yang paling penting yakni pastikan diri untuk mendapatkan pendidikan secara formal melalui perguruan tinggi atau organisasi tertentu yang pastinya terakreditasi sehingga anda akan memenuhi syarat untuk pasar kerja. Setiap negara memiliki persyaratannya sendiri termasuk Indonesia, tetapi secara umum dasar-dasar untuk karier mengajar dapat berupa: 
  • Melengkapi gelar sarjana atau lebih tinggi
  • Melengkapi program pendidikan guru (seperti PPG)
  • Dapatkan pengalaman mengajar siswa (dapat dimulai dengan menjadi guru honorer)
  • Lulus ujian sertifikasi guru

Pemfokusan bidang ajar amatlah penting! 

Fokus ilmu tertentu amatlah penting agar dapat memodifikasi pembelajaran agar sesuai dengan target belajar

Mengajar pada tingkatan tertentu amatlah berbeda. Kondisi psikologis siswa pada tiap tingkatan mulai dari TK hingga mahasiswa amatlah berbeda. Oleh karena itu, pemfokusan olah skill untuk mengajar tingkatan tertentu amatlah penting. 
  • TK: Anda mungkin memenuhi syarat untuk mengajar mata pelajaran STEAM dengan gelar dalam pendidikan anak usia dini. Umumnya tuntutan keceriaan dan energik amat tinggi pada tingkatan ini.
  • Sekolah dasar: Baiknya mengambil jurusan khusus seperti PGSD. Membawa pengetahuan kita sebagai seorang guru atau mentor juga membutuhkan kemampuan khusus. Siswa pada tingkatan ini merupakan pebelajar yang baru mengenal dunia keilmiahan sehingga mengajarkan materi dasar merupakan tuntutan utama.
  • Sekolah menengah: Kemungkinan besar anda akan membutuhkan gelar sarjana dalam pendidikan dengan konsentrasi dalam mata pelajaran STEAM spesifik yang ingin anda ajarkan seperti sarjana pendidikan IPA, biologi, kimia, matematika, geografi, maupun cabang keilmuan lainnya. Pada tingkatan ini pebelajar umumnya seorang anak yang memiliki nilai ego tinggi didukung dengan lonjakan hormon yang terekspresikan dengan sikap-sikap cuek maupun over expressive sehingga guru atau mentor dituntut untuk mengimbangi sikap bagi kedua karakteristik pebelajarnya.

Wujud STEAM dalam Kelas 

Sebagai wajah baru dunia pendidikan, tentunya mewujudkan pembelajaran yang berorientasi pada STEAM membutuhkan pengaturan kelas khusus. Namun bukan berarti rumit! Berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan. 
  • Tambahkan proyek langsung ke hari siswa Anda agar mereka lebih terlibat aktif dalam pembelajaran
  • Libatkan kegiatan pemecahan masalah yang terintegrasi dunia nyata seperti hal-hal yang terjadi saat itu disekitar ruang kelas maupun lingkungan siswa secara umum
  • Susunlah strategi pembelajaran yang mengarahkan siswa pada aktifitas dua arah yakni tanya-menanya
  • Biarkan siswa membuat keputusan tentang proyek yang ditugaskan kepada mereka

Bentuk Assessment 

Berhasil atau tidaknya sebuah pembelajaran tidak dapat dikatakan tanpa adanya data yang dapat diukur. Data tersebut dikumpulkan dengan mekanisme penilaian tertentu. Berikut contoh model penilaian pembelajaran STEAM yang dapat anda ikuti. 
  • Ada koneksi antara STEM dan konten seni/desain. Misalnya dalam bahasan struktur kerangka manusia maka siswa juga menggambarkan bentuk-bentuk struktur tersebut
  • Pembelajaran mendorong penyelidikan, pemecahan masalah dan pembelajaran berbasis proses atau proyek
  • Konten seni diajarkan dengan sengaja dan sebagai cara untuk meningkatkan makna pembelajaran. Sebagai contoh yang mudah yakni dalam mengajarkan suatu proses tertentu maka hendaknya diintegrasikan dengan media tertentu seperti animasi agar siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan
  • Anda memiliki salah satu dari empat keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, kreativitas, pemikiran kritis, dan komunikasi
  • Baik STEM maupun pengetahuan seni dinilai secara adil
Demikianlah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajar dengan berorientasi pada nilai-nilai STEAM. Sejatinya, tiap kelas memiliki karakteristik siswa masing-masing sesuai dengan latar belakang pranata pendidikan tersebut. Oleh karena itu, hal-hal diatas merupakan bahasan yang berpijak pada pandangan umum dunia pendidikan di Indonesia.
LihatTutupKomentar